Organisasi Laba - PT Kawasaki

Teori Organisasi Umum
Organisasi Laba
Nama : Mahisa Ajy Kusuma
NPM : 14110180
Kelas : 2KA24

Pendahuluan
Organisasi? Tahu arti organisasi? Organisasi adalah kegiatan yang dilakukan secara berkelompok dimana semua orang yang ada di kelompok tersebut memiliki misi untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut wikipedia, organisasi itu terbagi dua. Yaitu organisasi laba dan organisasi nirlaba. Dan yang membedakan menurut wikipedia adalah.

Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ‘pemilik’ organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ‘pemilik’ organisasi.

Namun pada pembahasan kali ini saya akan fokus pada organisasi laba.

Teori
Organisasi laba yang saya ambil contoh adalah PT KAWASAKI MOTOR INDONESIA (KMI).

Dari banyaknya persaingan antara produk produk di Indonesia ini, tidak terkecuali di bidang kendaraan sepeda motor ini, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) terus meningkatkan industri sepeda motor yang semakin berkembang di Tanah Air.  Seiring dengan pertumbuhan pesat pasar sepeda motor, KMI pun merasa  perlu adanya perubahan konsep budaya untuk mendorong laju produksi lebih maksimal lagi. Banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia menerapkan konsep manajemen JIT (Just in Time), TQM (Total Quality Management, atau telah memenuhi standar ISO (International Standard Organization) untuk menunjang keberhasilan bisnisnya. Namun bagi KMI konsep-konsep tersebut belum mencakup hal paling fundamental. Perlu pendekatan lebih nyata untuk mentransformasikan sebuah perusahaan menjadi kelas dunia.

Konsep perubahan budaya yang dimaksud adalah 5S: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke  sebagai kunci sukses keberhasilan di Jepang. Konsep itu adalah konsep mendasar sebuah proses perubahan sikap untuk bekerja dengan maksimal yang  diperkenalkan pertengahan tahun 2008 lalu. Seiri, yaitu bekerja dengan ringkas dan tangkas tanpa peduli hal-hal yang tidak perlu. Seiton, bekerja dengan rapi dan sesuai dengan kebutuhan. Seiso, membiasakan diri bekerja dengan bersih. Seiketsu, membuat standarisasi kerja 3S di atas dengan baik dan benar. Dan terakhir Shitsuke, adalah totalitas kinerja 5S yang terus-menerus serta selalu melakukan perbaikan.

PEMBAHASAN
Melalui konsep 5S diatas, KMI selalu optimis menerapkan budaya kerja yang profesional.  Tidak terbatas pada peningkatan kinerja di lingkungan perusahaan saja. Namun juga dengan mitra bisnis yang meliputi dealer-dealer Kawasaki di seluruh pelosok Tanah Air, hingga mencakup outlet-outlet kecil lainnya. PT Kawasaki Motor Indonesia akan selalu menghasilkan produksi sepeda motor yang berkualitas, aman dan handal.  Selalu dipercaya masyarakat Indonesia dan loyal sepanjang waktu.

Sumber :

Comments

  1. teman jangan lupa yah masukin link gunadarmanya k dalam blog kamu. Sebagai salah satu mahasiswa gunadarma ayo donk masukin link gunadarmanya, misalkan:
    www.gunadarma.ac.id
    www.studentsite.gunadarma.ac.id
    www.baak.gunadarma.ac.id
    www.ugpedia.gunadarma.ac.id
    :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jenis - Jenis Tanggung Jawab

Apa itu 'softskill' dan 'hardskill' ???

Keadilan dan Kejujuran