Celotehan di Rumah Tak Sehat

Berikut merupakan beberapa celotehan ringan yang saya lihat, dengar, dan rasakan sendiri selama beberapa hari kemarin.


Sakit itu adalah sembuh yang tertunda.
Sakit itu adalah ketika kebebasan lo tiba-tiba aja terambil tanpa lo tahu terlebih dahulu.

Tangan berselang ini pun menjadi saksi penantian di rumah tak sehat ini.
Tak hanya melalui mulut, ternyata nutrisi pun dapat masuk melalui tangan.
Jarum suntik ibarat teman, teman dalam kesepian.
Mereka seenaknya saja menggerogoti darahku tanpa belas kasihan sedikitpun.
Kalau putus cinta itu hati yang hancur berkeping-keping. Sedangkan, sekarang, darah gue yang hancur berkeping-keping. Itu namanya putus apa?

Terkadang gue coba berpikir positif.
Ramah senyum belasan suster pun terkadang membuat hati pasien luluh, termasuk gue.
Tak jarang pula sih yang memberontak.
Jangan pernah biarkan kesempatan memandangi wajah suster menjadi terlewatkan.
Biarkan saja mengalir penuh makna. Dari tatapan mata turun ke denyut jantung.
Suster disana banyak macamnya. Diantaranya ada yang benar-benar ramah dan suka marah.
Suster tersenyum. Banyak makna yang terkandung di dalamnya. Tersenyum dalam suka atau malah duka.

Rumah sakit layaknya istana, ruangan pasien layaknya ruang keluarga, pasien layaknya saudara. Semua berbaur tanpa ada sekat sedikitpun
Disini merupakan tempat melepas lelah dan melebarkan sayap inspirasi dan ilmu pengetahuan.

Iba disana, iri disini.
Dari tatapan berujung ratapan.
Anak kecil menangis, tak lagi riang seperti biasanya.
Tempat macam apa ini, tolong keluarkan kami dari sini.


Comments

Popular posts from this blog

Jenis - Jenis Tanggung Jawab

Apa itu 'softskill' dan 'hardskill' ???

Keadilan dan Kejujuran