Menjadi Programmer Java "Dadakan"

Pada waktu luang kali ini, saya mau sharing sedikit kepada teman-teman mengenai bahasa pemrograman Java. Ngomong-ngomong soal Java, saya sendiri bukanlah seorang programmer Java. Kebetulan saya sedang mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemateri mengenai bahasa pemrograman tersebut kepada para praktikan di laboratorium kampus saya. Otomatis saya harus flash back kembali mengenai pemrograman Java yang telah diajarkan pada mata kuliah "Pemrograman Berorientasi Objek," yang telah saya ikuti pada semester lalu.

Java nerd (sumber :http://www.zazzle.com)
Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang masih diminati oleh banyak orang sampai saat ini. Mungkin disebabkan karena portabilitas kodenya. Karena java dikenal dengan istilahnya "Write once, run everywhere." Pasti salah satu diantara kalian sering (atau minimal pernah) mendengar ungkapan seperti itu.

Mengapa bisa begitu?
Java, dalam pengaplikasiannya, membutuhkan suatu tempat hidup untuk Java melangsungkan hidupnya. Tempat hidup yang dimaksud yaitu JVM. JVM singkatan dari Java Virtual Machine. Tanpa adanya JVM ini, aplikasi yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman Java, tidak akan dapat berjalan. Ingat, Java sangat bergantung sekali terhadap tempat hidupnya tersebut (baca: JVM).

Java itu istimewa. Tadi diatas sempat dibahas mengenai kelebihan Java, yaitu dalam hal portabilitas kode. Berbeda dengan bahasa pemrograman sebelumnya, misalnya C dan C++, untuk membuat aplikasi menggunakan bahasa pemrograman tersebut, haruslah disesuaikan dengan mesin atau sistem operasi yang digunakan. Misalnya antara sistem operasi Windows dan Linux, tentu sangat berbeda sekali source code yang digunakan untuk membuat aplikasi pada masing-masing sistem operasi tersebut. Bagaimana dengan Java? Write once, run everywhere. Mungkin dapat diartikan, sekali tulis lari dimana saja. Sekali kita menuliskan baris program, tentu tak akan menjadi masalah apabila dijalankan di berbagai sistem operasi. Semua akan berjalan dengan lancar. Mengapa demikian? Karena Java tidak bergantung kepada sistem operasi yang digunakan, melainkan Java bergantung kepada JVM.

Ohya, karena untuk mempelajari bahasa pemrograman itu yang harus diasah adalah dalam hal praktik bukan teori, lebih baik sekarang kita mencobanya di komputer masing-masing.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelumnya, yaitu JDK. JDK merupakan singkatan dari Java Development Kit. Dari terjemahannya saja mungkin kita sudah dapat menebak pengertiannya. JDK ini ibaratnya alat perang yang kita gunakan, yaitu berupa tools-tools yang digunakan untuk memprogram Java. Di dalam JDK tersedia kompiler Java (javac) yang akan digunakan untuk mengcompile source code Java, dan interpreter Java (java) yang digunakan untuk mengeksekusi byte code yang dihasilkan oleh compiler Java (file dengan ekstensi class). Intinya, secara umum, di dalam JDK itu terdiri dari JRE(Java Runtime Environment), compiler Java, source code library Java. JDK dapat di download pada halaman berikut ini

Setelah menginstall JDK, langkah selanjutnya yaitu mengintegrasikan folder bin yang ada di dalam folder JDK ke dalam System Variables yang ada di bagian Enviromnet Variables. Langkah tersebut diperlukan agar perintah javac ataupun java dapat dieksekusi pada command prompt windows dari direktori dimana saja.

Sampai disini kita sudah dapat melakukan pemrograman Java. Source code diketik menggunakan software editor, misalnya notepad. Kemudian ketikkan baris program berikut.

public class hello {

    public static void main(String[] args) {
        System.out.println("Hello, World");
    }

}
Setelah itu simpan dengan nama hello.java. Kemudian kompilasi dijalankan lewat command prompt windows, dengan perintah javac <spasi> hello.java. Dan yang terakhir jalankan aplikasinya dengan perintah java <spasi> hello. Selamat, sekarang Anda sudah menjadi programmer Java dadakan. =)


Comments

Popular posts from this blog

Jenis - Jenis Tanggung Jawab

Apa itu 'softskill' dan 'hardskill' ???

Keadilan dan Kejujuran