Semakin Tahu Maka Semakin Takut

"Semakin Anda mengetahui sesuatu, maka Anda akan menjadi semakin takut. Mungkin hingga menimbulkan waspada yang berlebihan, terlebih sampai ketakutan."

Ada benarnya juga potongan kalimat diatas. Ini kesekian kalinya saya mengutip opini dari salah satu civitas akademika di kampus. Entah mengapa, saya menjadi tergerak untuk menuliskan tentang hal tersebut.

Saya memiliki kisah tentang 3 pemuda. Mungkin secara garis besarnya menggambarkan tentang topik tulisan saya kali ini. Berikut kisahnya.

***
Ini kisah tentang 3 pemuda. Rencananya ketiga pemuda tersebut akan melakukan suatu perjalanan jauh. Jauhhh sekaliii. Sebut saja ketiga pemuda tersebut bernama Ajy, Tatang, dan Maulana. Perjalanan tersebut dimulai dari rumah Ajy dan dengan menggunakan mobil mewahnya.

Ku punya mobil. Mobil mewah sendiri.

"Woi jy, ayo jalan..," kata Tatang yang baru saja sampai.

"Bentar tang. Maulana kan belum dateng, kita tunggu saja dulu sebentar. Hmm, lagipula ada yang gak beres nih di mobil gue tang," balas Ajy.

"Maksud lo jy?"

"Rem gue blong tang =) "

"Wah, udah gila lo jy. Terus nanti gimanaaaa?"

"Gapape udehh, kita nikmatin aja perjalanan kita nanti."

Tak lama kemudian, Maulana pun datang dengan gagahnya.

"Tang, masalah rem jangan diceritain ke Maulana ya. Nanti bisa-bisa dia pingsan lagi," bisik Ajy ke Tatang.

"Hmm, oke deh." balas Tatang.

"Woi berooo. Pada nungguin gue yeee. Sorry ya, tadi ada acara dulu sebentar soalnya." kata Maulana.

"Iye gapape, yaudah yuks jalan."

Mereka bertiga mulai masuk ke dalam mobil. Kemudian memulai perjalanan jauhnya tersebut.

***

"Musiknya kencengin lagi donggggg." celoteh Maulana.

"Oke dehhh." balas Ajy sambil menekan pedal gas dalam-dalam dan mobilnya semakin melaju kencang.

Tatang yang sedaritadi diam saja, mencoba bertahan dalam situasi yang memacu adrenalinnya ini, ditambah lagi keadaan rem mobil yang sedang "kurang sehat" tersebut. Ia panik bukan main. Dalam hati ia memberikan sumpah serapah kepada Ajy, sang pengendara.

Sedangkan, Maulana malah berjoget-joget ria di dalam mobil sembari menyanyikan lagu Girl Band "JKT48", eh maaf maksud saya Idol Group "JKT48". Seakan-akan disekelilingnya tak akan terjadi hal-hal yang menakutkan.

"I want you.. I need you.. I love you.. Di dalam hatiku..
Rasa sayang yang terus menerus meluap.. Heavy rotation.."

Mobil tersebut sepertinya penuh dengan musik dan nyanyian sepanjang perjalanan. Hingga akhirnya mereka bertiga sampai ke tempat tujuan dengan selamat.

***

Apa sih sesuatu yang dapat kita ambil dari kisah 3 pemuda tersebut?
Pengetahuan menimbulkan ketakutan?
Ketidaktahuan menimbulkan kegembiraan?

Seharusnya sih tidak demikian. Kita mengenal ungkapan bijak "Knowledge is Power". Pengetahuan adalah kekuatan. Pengetahuan adalah kekuasaan. Yang dimana seharusnya kita menjadi lebih percaya diri akan pengetahuan yang telah kita miliki.

Knowledge is Power

Mungkin dalam kisah di atas menjadi berbeda. Pengetahuan yang dimiliki pemuda bernama Tatang tersebut adalah suatu pengetahuan yang bisa dibilang buruk baginya. Pengetahuan akan "rem blong" tersebut tentunya sangat membatasi ruang geraknya. Ia menjadi sangat waspada sekali untuk mencegah kemungkinan terburuk yang sedari awal selalu terbayang di pikirannya.

Lain halnya dengan pemuda bernama Maulana. Karena ketidaktahuannya tersebut, ia malah asyik-asyik saja dengan perjalanan jauhnya tersebut. Bahkan ia terus saja menyanyi dan menyanyi. Seakan-akan ia tidak membayangkan beberapa hal buruk yang mungkin saja terjadi pada dirinya dan teman-temannya tersebut.

Hal ini sangat tepat sekali apabila dikaitkan dengan Computer Security atau Keamanan Komputer. Ancaman yang mengancam komputer kita pastinya banyak sekali. Singkatnya seperti kisah diatas. Bagi yang tidak mengetahui (akan sesuatu yang mengancam komputernya) pasti akan santai-santai saja. Namun, bagi yang mengetahui mungkin saja akan takut setengah mati. Ia akan menutup portnya sedemikian banyaknya, agar ancaman termasuk penyusup tidak dapat memasuki komputernya. Yah memang benar ungkapan "Keamanan itu selalu bertolak belakang dengan kenyamanan".

Jadi, menurut kalian semakin tahu itu lebih baik atau tidak?
Sebaiknya sih kita dapat mengelola pengetahuan tersebut menjadi sebuah kelebihan dan solusi untuk membimbing hidup kita ke depannya. Namun, kita kembalikan lagi ke pribadinya masing-masing. =)


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Jenis - Jenis Tanggung Jawab

Apa itu 'softskill' dan 'hardskill' ???

Keadilan dan Kejujuran